Cara Berhenti Melihat Status Teman di Whatsapp Supaya Lebih Produktif

find my pphone android phones android developer insurance car insurance lock phone gfx tool pubg android apk foto keren android os for pc kamera android definition insurance companies car insurance quotes auto insurance android os versions quotes android device manager location history open handset alliance headphone android device manager google gapps android device manager unlock ssd murah android device manager for pc find my device android find my samsung tablet headset google play service android android device manager location unavailable android software download for pc fix my device samsung support europe android phones car insurance companies insurance quotes cheap car insurance android versions foto keluarga android download android 9 gfx tool android pie cara main mobile legend settingan pubg istilah dalam pubg cara main pubg di pc pubg mobile lite pubg mobile online pubg mobile tencent hp murah pubg mobile update pubg mobile apkpure gl tool headset gaming headset iphone cheap insurance auto insurance companies headset samsung earphone gaming earphone terbaik 2018 earphone mega bass terbaik headset bluetooth xiaomi earphone terbaik earphone gaming custom rom earphone jbl earphone miniso teknik fotografi komposisi fotografi pengertian fotografi jenis fotografi sejarah fotografi kamera canon kamera dslr rekomendasi earphone terbaik headset bluetooth terbaik headset bluetooth jbl headset hp kamera mirrorless toko kamera jual kamera auto insurance quotes liability insurance
mrfdn - Pernahkah anda merasa bosan melihat status whatsapp? Kebiasaan membuka wa pasti selalu geser ke kolom status untuk melihat status teman.

Mungkin anda ingin berhenti dengan semua hal tersebut, karena merasa hidup atau pekerjaan kurang produktif.

Atau karena berpikir bahwa esensi berkomunikasi melalui wa sudah tidak sama seperti dulu lagi.
cara-berhenti-melihat-status-whatsapp

Berkomunikasi lewat whatsapp kini bisa membuat kita mengekspresikan banyak hal. Salah satunya yang terbaru adalah membuat status.

Seakan tidak mau kalah dengan instagram yang lebih dahulu sudah menerapkan fitur ini. Pengguna whatsapp merasa lebih dimanjakan.

Pengguna bisa mengupload foto, video atau suara berdurasi maksimal 30 detik.

Fitur status whatsapp sama seperti instagram story

Whatsapp masih dipakai sebagai salah satu media komunikasi yang efektif. Selain karena lebih murah dan fiturnya lengkap.

Saya termasuk orang yang hanya ingin memakai whatsapp sebagai aplikasi untuk berkomunikasi. 

Karena mengirim pesan via paket data merupakan pilihan paling murah untuk dilakukan saat ini.

Fitur status ini membuat penggunanya bisa berperilaku selayaknya pengguna instagam yang aktif. Membagikan foto dan video kejadian yang sedang dilakukannya agar dilihat oleh banyak orang.

Itu karena perilaku kita yang ingin eksis, ingin dilihat orang banyak, dan lain sebagainya.

Jujur saya juga sudah berhenti memakai instagram. Karena ingin menghindari kebiasaan tersebut.

Ada kalanya kita menjadi tidak tahan melihat perilaku ini. Ada rasa iri melihat postingan, atau merasa sibuk sendiri dengan dunia media sosial, menjadikan setiap moment yang dilalui perlu diabadikan lalu dibagikan ke medsos.

Ini wajar, karena manusia memang butuh eksis supaya bisa dianggap hidup di dunia.

Ada yang sudah berhenti memakai instagram, tetapi masih butuh dengan whatsapp namun karena suatu hal. Mau tidak mau akhirnya terjun lagi ke kebiasaan melihat status wa.

Kalau bisa request, saya ingin whatsapp menyematkan fitur on off terhadap status whatsapp ini.

Lantas bagaimana cara mengatasi hal tersebut?


Mungkin bukan mengatasi, tetapi membatasi. Kita ubah perilaku kebiasaan di instagram itu di whatsapp dengan cara sebagai berikut,

1. Berhenti membuka wa terlalu sering

Kalau anda menggunakan smartphone android anda bisa menghilangkan shortcut aplikasi wa dari home screen.

Hal ini akan meminimalisir kebiasaan kita membuka whatsapp setiap kali membuka layar hp.

Aplikasi wa saya hanya simpan di app drawer.

Kebiasaan saya kalau melihat icon wa di layar, pasti selalu saya klik terlebih dahulu. Meskipun tidak ada pesan yang masuk. Mengecek barangkali saja ada status dari teman yang bisa saya lihat di sana.

Saya sudah melakukan ini untuk aplikasi line saya. Jadi saya tidak lagi membuka line kalau tidak ada hal yang penting di sana.

2. Memasang kode untuk membuka wa

Ini salah satu trik. Dengan memasang kode pengaman untuk aplikasi tertentu, setidaknya aplikasi tidak langsung terbuka saat diklik.

Akhirnya membuat kita jadi malas sendiri membukanya.

3. Tidak memberikan izin whatsapp untuk mengakses kontak

Ini bisa dilakukan dengan cara masuk ke setting >> aplikasi >> whatsapp >> permission >> lalu hilangkan centang di kolom kontak.

Ini cukup ekstrim.

Karena dengan melakukan ini, foto profil anda tidak bisa dilihat lagi oleh teman anda. Teman chat anda akan mengira bahwa anda sudah tidak aktif wa lagi.

Nomor kontak yang sudah disimpan tidak akan terlihat nama si pemilik kontakt tersebut.

Anda juga tidak bisa lagi mengonktek orang lebih dahulu melalui whatsapp.

Di sini sifatnya anda menjadi pasif dalam memakai wa.

Akhir kata

Kalau dilihat lebih detail, sebenarnya yang terjadi adalah candu.

Kita kecanduan memakai sosial media. Serasa ketergantungan sekali dengan itu.

Menganggap sosial media itu adalah kebutuhan wajib setiap orang, tanpa aktif di sosmed rasanya kita sudah tidak ada di dunia, merasa tidak eksis lagi sebagai manusia.

Sebelum saya membuat artikel ini, saya mencari di google tentang cara menonaktifkan status di whatsapp.

Saya menemukan triknya, tetapi setelah saya coba ternyata itu hanya berlaku untuk whatsapp versi lama.

Sepertinya aplikasi Whatsapp juga sudah mengakali hal ini dengan melakukan update, sehingga tidak bisa diaplikasikan pada whatsapp hari ini.

Jadinya trik yang bisa dilakukan cuma seperti di atas saja.

Selanjutnya, sekedar pengingat, bahwa jika terlalu sering melihat status, atau membuat status di whatsapp, instagram, atau sosial media lainnya kita mejadi kurang produktif.

Setidaknya mari mempatkan porsi tertentu untuk melakukan hal tersebut.