11+ Daftar Distro Linux Terbaik yang Pernah Saya Gunakan Sebagai Pemula

Inilah distro Linux yang pernah saya pakai sejak pertama kenal Linux

mrfdn - Guys saya mau berbagi cerita tentang pengalaman saya menggunakan Linux. Sebelumnya saya sudah share aplikasi linux terbaik yang bisa diinstall. Nah artikel ini membahas tentang daftar distro linux yang pernah saya pakai sejak pertama kali mengenal linux.

Artikel ini akan diupdate seiring berjalannya waktu. Jadi stay tune ya guys. :)

Saya mencoba mengingat-ingat kembali distro apa saja yang pernah saya gunakan. Karena sudah cukup lama saya menggunakan linux.

Buat yang belum tahu distro itu apa, distro adalah singkatan dari distribusi Linux.

Wikipedia menjelaskan distro adalah sebutan untuk sistem operasi yang dibangun dari Kernel Linux dan koleksi perangkat lunak dari sistem manajemen paket, ciri khususnya adalah Utilitas GNU.

macam-macam distro linux terbaik untuk pemula

Kalau diingat-ingat pertama kali saya menggunakan linux adalah ketika saya berkunjung ke toko buku di dekat rumah. Entah mengapa saya selalu tertarik mampir ke rak buku yang memiliki label komputer.

1. Red Hat Linux


logo red hat linux
Saat itu sekitar tahun 2005 ketika saya masih menginjak bangku sekolah menengah atas. Saya melihat buku sistem operasi linux bernama Red Hat.

Bukunya kecil, dan tipis. Di dalamnya terdapat CD instalasi sistem opearasi tersebut.

Saat itu saya belum tahu sama sekali tentang sistem operasi. Maklum saat itu tidak ada referensi, membuka internet saja saya masih jarang. Jarang sekali, di kamar hanya ada radio dan komputer yang tidak terhubung ke internet.

Komputer itu hanya digunakan untuk mengetik dokument pekerjaan kantor orang di rumah.

Namun ketertarikan saya sangat besar. Saya akhirnya membeli buku tersebut lalu membacanya di rumah. Alhasil saya tidak mengerti sama sekali.

Buku ada namun tidak tahu harus ngapain. Saya pikir mudah menjalankan linux di komputer, ternyata sulit.

CD tersebut saya tidak tahu harus diapakan. Petunjuk di buku itu tidak begitu jelas tentang apa yang harus saya lakukan. Mungkin buku tersebut ditujukan untuk kalangan intermediate. Sedangkan saya adalah pemula yang tidak pengalaman sama sekali tentang mengutak atik komputer.

Namun saya tidak menyerah. Suatu hari saya jalan-jalan ke toko buku Gramedia. Di sana saya menemukan majalah komputer dengan bonus live cd linux.

Cara menjalankannya sangat mudah, kita tinggal memasukkan live cd tersebut ke drive cd kemudian jalankan load bios untuk dijalankan pertama kali.

Dan yap akhirnya saya tahu distro linux itu seperti apa. Saya sekali saya lupa nama distro linux itu apa. Yang saya ingat hanyalah berhasil menjalankannya di komputer tanpa harus install di komputer.

Setelah beberapa bulan akhirnya saya berhasil menjalankan cd Red Hat tersebut. Namun semua data komputer rumah jadi hilang. Parahnya distro Red Hat juga tidak muncul di komputer.

Ckckckckck..

Belakangan saya baru tahu bahwa Red Hat ternyata adalah distro terbesar dan legendaris.

2. Mandriva Linux


logo mandriva linux
Saya jadi sering datang ke Gramedia, untuk sekedar mengetahui distro apa saja yang bisa coba lagi.

Saat itu saya hanya senang melihat keindahan desktop. Bosan banget melihat windows XP di komputer.

Di sana saya menemukan buku distro lain yang bertuliskan Mandriva.

Disro Mandriva memiliki lambang seekor pinguin dan bintang dengan warna biru hitam yang khas.

Mandriva adalah distro linux pengembangan dari Red Hat. Ini adalah distro yang akhirnya berhasil saya install pertama kali di komputer.

Karena ini adalah instalasi linux pertama kali yang saya lakukan di komputer rumah, alhasil semua data penting kantor jadi hilang. Hilang karena hardisk komputer itu saya format. Maklum hanya mengikuti langkah-langkah di buku.

Di Mandriva saya tahu ternyata linux menyediakan beberapa pilihan desktop seperti Gnome, KDE dan XFCE.

Belakangan baru tahu kalau Mandriva Linux sudah tidak dikembangkan lagi guys. 

3. Suse Linux


suse linux logo
Ah saya semakin penasaran sama linux. Di Gramedia ada lagi buku dengan bundle distro linux bernama Suse Linux.

Distro ini berlambang seekor bunglon berwarna hijau dengan ekor melingkar.

Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, saya berhasil menginstall Suse linux di komputer.

Saya suka Suse linux yang berjalan dengan desktop KDE.

4. Fedora Linux


logo fedora linux
Fedora juga pernah saya gunakan. Cukup mudah diinstall karena saya sudah tahu apa yang mesti dilakukan.

Fedora masih satu keluarga dengan Red Hat. Jadi ya tampilannya biasa-biasa saja. Nothing special.

Belakangan Fedora menjadi popular sebagai salah satu distro linux terbaik untuk dipakai bekerja / workstation karena stabil.

Beberapa waktu lalu saya mencoba install ulang Fedora di Virtualbox, dan ternyata berjalan cukup ringan. Bagi saya nothing spesial, hehe..

5. Slackware Linux


logo slackware linux
Kalau ditanya distro apa yang paling susah diinstall yang pernah saya lakukan jawabannya adalah Slackware.

Tidak ada tombol mouse, cara instalasinya kita harus mengetikkan perintah setiap tahapan.

Meski berhasil install di komputer saya tidak lama menggunakan distro ini karena sepertinya bakalan membuat hidup saya susah di kemudian hari. Karena saya tidak tahu bahasa komputer sama sekali.

6. Backtrack aka Kali Linux


logo backtrack kali linux
Kalau ditanya distro apa yang bisa digunakan untuk nge-hack. Jawabannya adalah Backtrack.

Distro satu ini sudah berganti nama menjadi Kali Linux. Dan sampai sekarang masih digunakan oleh orang untuk melakukan test terhadap sistem keamanan yang telah dibuat.

Distro ini bisa digunakan untuk menghack password di jaringan wifi.

Meski saya tahu fitur itu saya tidak pernah melakukannya karena tidak begitu tertarik dengan dunia hacking.

7. Ubuntu Linux


ubuntu linux logo
Ubuntu merupakan salah satu distro yang paling lama saya gunakan. Kira-kira saya gunakan selama 3 tahun.

Sewaktu pertama kali memiliki laptop yaitu saat kuliah, inilah distro yang saya gunakan yang berjalan dual boot dengan windows 7 pada laptop acer 4740G saya. (masih ingat karena laptop ini legend banget)

Distro ubuntu yang saya install saat itu adalah Ubuntu 10.04 Lucid Lynx yang saya dapatkan di kampus melalui event yang diadalan oleh anak komputer. Saya mengikuti seminar tersebut dan membeli cd distro linuxnya.

Meski saya tidak kuliah di jurusan komputer, saya selalu update tentang komputer. Ketertarikan saya terhadap dunia komputer semakin besar.

Sampai artikel ini terbit ubuntu sudah sampai di versi 19.10 (Eoan Ermine). Just info bahwa distro ubuntu selalu update setiap 6 bulan sekali, atau 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan 4 dan bulan 10.

Dan penamaannya selalu berurutan abjad, dari A sampai Z lalu kembali ke A lagi. Coba cek versi sebelumnya, kamu akan mendapatkan ubuntu 19.04 Disco Dingo)

Fakta lainnya adalah nama-nama yang digunakan ubuntu adalah nama hewan-hewan langka.

Tidak ada pilihan desktop di Ubuntu, dia hadir dengan desktop bawaan Gnome.

Untuk versi KDE, ubuntu memiliki desktop sendiri yang bernama KUBUNTU. Untuk versi yang lebih ringan yaitu Xubuntu yang menjalankan desktop XFCE.

8. Linux Mint


logo linux mint
Linux mint adalah pengembangan dari Ubuntu. Dibuat sangat mirip dengan windows, namun dengan ciri khas linux.

Jika anda baru pertama kali menggunakan distro linux mint, anda akan cepat familiar dengan desktop dan menu yang disajikan.

Desktop bawaan Linux Mint adalah Cinnamon dan  Matte (bacanya Matey).

9. Elementary OS


logo elementary os linux
Semakin hari distro linux semakin tampil elegan. Contohnya Elementary OS yang hadir dengan kesederhanaannya dan ringan.

Distro ini akan memberikan pengalaman yang mirip ketika menggunakan Sistem Apple Macbook.

10. Peppermint OS


logo peppermint linux
Pencarian saya terhadap distro linux yang ringan, simple tapi tetap elegant ada pada Peppermint. Peppermint hadir dengan desktop LXDE yang sangat ringan.

Distro ini cocok untuk komputer dengan spek rendah.

11. Manjaro Linux


logo manjaro linux
Sampai hari ini saya masih menggunakan linux. Entah sudah berapa puluh distro yang pernah saya gunakan.

Di laptop saya sekarang berjalan sistem Manjaro Linux. Manjaro merupakan distro pengembangan dari Arch Linux.

Saya sangat menyukai distro ini karena tampilannya sangat elegan dan ringan. Di Manjaro saya memilih untuk berjalan dengan desktop KDE karena saya senang melakukan costumisasi tampilan desktop.

Bagi saya Manjaro adalah Distro Linux terbaik pada tahun 2019 yang pernah saya gunakan.

12. Zorin OS


Zorin merupakan salah satu operation system linux yang terbaru. Ketika menggunakan Zorin kita bisa memilih tampilan desktop yang sangat mirip dengan windows.

Banyak yang menyarankan pengguna windows yang ingin beralih ke linux untuk memilih Zorin karena kemudahan dalam mengaplikasannya. Selain itu Zorin juga memilih sejumlah customisasi yang dapat memperindah desktop.


Zorin bisa dijalankan dengan live cd atau langsung diinstall. Jadi tanpa harus menghapus sistem, atau data di dalam hardisk komputer, kita bisa menjalankan linux.

Secara default Zorin berjalan dengan Desktop Gnome. Dalamnya terdapat beberapa layout desktop yang bisa dipilih sesuai keinginan ketika sedang bosan dengan satu tampilan tertentu.

Akhir kata

Demikian daftar distro linux terbaik yang pernah saya gunakan. Dari daftar di atas sebenarnya masih ada beberapa distro yang pernah gunakan namun saya agak lupa namanya.

Setelah membaca artikel ini apakah anda tertarik menggunakan Linux? ataukah anda pernah menggunakan distro yang sama?

Coba komentar di bawah yang mana favorit anda. :)