Review Distro MX Linux yang Nomor 1 di DistroWatch

mrfdn - MX Linux adalah distro linux yang berada di urutan tertinggi daftar distro linux terpopuler di situs DistroWatch. 

MX linux merupakan salah satu distro linux yang berbasis debian dan juga dikembangkan oleh AntiX linux. 

Karena kepopulerannya tersebut saya akhirnya mencoba install distro ini di laptop saya yang sedang menjalankan Kubuntu Linux. Padahal tidak ada masalah sama sekali sama Kubuntu. Distro Kubuntu berjalan sangat normal di laptop Thinkpad x220 saya. 

MX Linux bisa anda download dengan 3 opsi desktop environtment yaitu:

  • XFCE (default)
  • KDE 
  • FluxBox

Saya sendiri memilih install MX Linux versi KDE karena sudah cukup senang dengan fitur yang di berikan KDE, baik dari segi tampilan dan fitur yang fungsional.

Tapi ada beberapa hal unik yang menjadikan MX Linux berbeda dari distro Linux lainnya. Berikut review singkat saya. 

Review MX Linux

review distro mx linux

Cara install MX Linux Dual Boot dengan Windows 10

Sebelum masuk ke review saya ingin mencatat apa yang saya lakukan saat install MX Linux di laptop saya. 

Sebagaimana sebelum-sebelumnya saya catat bahwa sistem partisi laptop saya berjalan GPT dan menjalankan dual boot dengan windows 10.

Partisi EFI tempat saya menaruh bootloader ada di /dev/sda2

Pertama saya backup dulu file /home yang ada di Kubuntu.

Kemudian saat install kita selalu harus masuk terlebih dahulu di live cd nya. Tidak ada menu install yang tersedia di bootloader usb.

Menu instalasi sangat berbeda dari mode instalasi linux yang biasanya saya lakukan. 

Saya menentukan partisi ext4 tempat MX Linux akan diinstall dan akan menimpa Kubuntu. Dan juga partisi swap. Pada bagian boot, pilih root.

Kemudian next, di sana baru mendapatkan menu untuk menentukan partisi bootloader yaitu di /dev/sda2.

Terdapat juga menu untuk menentukan password root saat melakukan instalasi. Yang mana menu ini tidak didapatkan saat melakukan instalasi linux yang biasa saya lakukan.

Proses instalasi berlangsung cukup singkat. Setelah reboot, bootloader pun berjalan normal dan langsung masuk ke sistem MX Linux terbaru.

Fitur tambahan MX Linux

Paket software standar yang disertakan MX Linux cukup untuk kebutuhan browsing dan office.

Tapi ada yang menarik, yaitu terdapat MX Tool. 

MX Tool berisi beberapa aplikasi pendukung yang berfungsi sebagai aplikasi tweak linux khusus hanya ada di MX Linux.

Contohnya melakukan snapshot sistem dengan aplikasi MX Snapshot. Aplikasi ini akan merekan posisi terakhir sistem yang normal kemudian akan dijadikan file .iso yang bisa diinstall ulang di kemudian hari. 

Aplikasi ini sama seperti Restore Point.

aplikasi mx tool di mx linux

 

Berikut daftar lengkap apliksi MX Linux.

  • Boot option
  • Boot repair
  • Chroot Rescue 
  • Cleanup
  • User manager
  • Live cd maker
  • Snapshot
  • Bash Config
  • Nvidia driver installer 
  • Codec Installer
  • Conky
  • Date & time
  • Network assistant
  • Select sound
  • Brightness sysstray
  • Tweak
  • Welcome 
  • System Keyboard
  • System Locale
  • Fix GPG keys
  • Package installer
  • Repo manager
  • Quick system info
  • Format USB
  • iDevice Mounter

Aplikasi-aplikasi itu akan sangat berguna ke depannya. Mengingat fitur-fitur lengkap ini tidak belum saya temukan di sistem linux lainnya. 

Hal pertama dilakukan setelah install MX Linux

Masuk ke MX Tool dan cari MX Tweak.

Pada bagian Plasma, saya hilangkan centang enable single-click. Karena saya terbiasa menggunakan double klik untuk membuka folder dan file.

Kemudian pada bagian Other, saya centang Enable mounting of internal drives by non-root user. 

Untuk aplikasi tambahan seperti Inkscape, Chrome, Opera dan VS Code bisa diinstall langsung dari MX package Installer.

Di sana kita juga bisa mendapatkan software dari berbagai sumber, salah satunya dari Flatpak. Sangat mudah deh pokoknya.

Kekurangan MX Linux

Sebelumnya di sistem Kubuntu saya bisa install kernel linux terbaru dengan dengan mengetikkan beberapa baris perintah di terminal, sedangkan di MX Linux tidak bisa. 

Jadi saat ini MX Linux saya berjalan di kernel versi 5.6 sementara kernel terbaru linux versi 5.8 sudah keluar.

Tapi itu tidak masalah sih selama sistem masih bisa berjalan dengan normal.

MX Linux vs Manjaro

Jika dibandingkan dengan Manjaro linux yang pernah saya install, menurut saya MX Linux sedikit lebih baik. 

Perbedannya adalah MX Linux itu berbasis Debian sedangkan Manjaro berbasis Arch. Keduanya adalah sama-sama distro terbesar yang memiliki dukungan pengembang yang banyak sekali dari seluruh dunia. 

Manjaro pernah menempati urutan teratas sebagai distro populer di DistroWatch, tapi saat artikel ini dibuat posisinya berada di bawah MX Linux.

Bisa dilihat juga dari hadirnya fitur-fitur MX Tool yang diberikan. 

Kemudian dari segi kestabilan sistem, menurut saya sama-sama stabil dan berjalan ringan di laptop saya. 

Sebagai distro yang sama-sama dikembangkan oleh komunitas, keduanya sangat direkomendasikan baik untuk pemula sampai advance.

MX Linux vs Ubuntu 

Beda halnya jika dibandingkan MX Linux dengan Ubuntu, tentu MX Linux menang banyak menurut saya. Meski sama-sama berbasis debian.

Bisa dibilang Ubuntu adalah distro kosongan, tidak ada aplikasi macam-macam seperti tweak.

Kenapa? Karena fitur Ubuntu masih belum lengkap. Banyak hal yang harus dilakukan secara manual saat setelah intall Ubuntu. 

Buat pemula ini akan cukup merepotkan dan membingungkan. 

Jadi saya pikir MX Linux adalah pilihan terbaik jika dibandingkan dengan Ubuntu.

Tapi komunitas Ubuntu itu sangat luas, anda bisa mendapatkan cukup banyak fitur yang bisa dilakukan seperti contohnya menginstall Kernel Linux versi terbaru, yang pernah saya lakukan pada Kubuntu, yang belum saya dapatkan di MX Linux.

Akhir kata

Setelah merasakan sendiri bagaimana performa dan fitur MX Linux saya merasa ini adalah distro terbaik yang sangat memudahkan penggunanya. 

Distro ini sangat cocok digunakan oleh pemula yang baru pindah ke linux atau buat yang memiliki spek laptop rendah. 

Dengan demikian pantas saja MX Linux menjadi nomor 1 di daftar linux terpopuler versi DistroWatch.