Akhirnya Migrasi dari Windows Ke Linux Secara Total

mrfdn - Hari ini saya memantapkan diri untuk menggunakan 1 operation system saja, yaitu Linux.

Karena saya pikir apa yang saya lakukan selama ini sepertinya semuanya bisa dilakukan melalui linux, dan hasilnya sama saja dengan yang saya dapatkan di Windows.

Beberapa bulan terakhir, semenjak masa-masa pandemi corona virus ini, yang saya lakukan setiap hari adalah mengakses komputer saya dengan hampir menggunakan linux saja.

Aplikasi yang biasa saya jalankan di windows tidak saya gunakan lagi, karena di linux juga ada, meskipun dengan pengoperasian yang sedikit berbeda. 

migrasi dari windows ke linux

 

Alasan besar kenapa saya migrasi dari windows ke linux

Saya senang mempelajari hal-hal baru.  

Saya juga sudah menggunakan linux lebih dari 10 tahun. Selama itu saya melihat perbedaan kekurangan dan kelebihan menggunakan linux. 

Seiring perkembangan teknologi, linux semakin canggih. Apa yang biasa dilakukan di windows kini bisa dilakukan di linux.

Komunitas pengguna linux sudah banyak

Saya mengingat pengalaman saya sekitar 10 tahun yang lalu.

Ketika itu sewaktu masih kuliah di kampus diadakan seminar tentang pengenalan linux. Itu adalah acara yang diadakan oleh anak-anak  informatika, dan saya datang menghadiri acara tersebut, meskipun saya bukan dari jurusan informatika.

Di sana saya diperkenalkan dengan satu sistem linux yang bernama Ubuntu, tepatnya Ubuntu 10.04 Lucid Lynx. 

lucid lynx ubuntu
Distro Ubuntu pertama ku
 

Sejak itu semangat saya mempelajari linux semakin besar karena merasa menemukan komunitas yang bisa membantu belajar linux.

Tapi saat itu akses untuk mendapatkan informasi masih sangat terbatas.

Tutorial linux di youtube dulu tidak sebanyak sekarang.

Sewaktu bergabung di komunitas itu saya sudah mendapatkan orang-orang yang sudah full menggunakan linux.

Sekarang perkembangan linux semakin besar, distro makin bertambah, sudah banyak pilihan. Tinggal kita yang ingin pilih yang mana.

Tapi hingga kemarin saya masih menggunakan linux secara dual boot dengan windows di laptop saya.

Aplikasi yang saya jalankan di windows sebenarnya aplikasi crackan, windows saya pun bajakan juga. Tidak bisa beli karena mikir melulu.

Sudah lama sebenarnya saya menyadari ini, ada rasa berat di hati ketika menggunakan windows bajakan, tidak original.

Alasan utama masih menggunakan windows adalah karena lingkungan kita masih menggunakan windows. Teman-teman dan kantor-kantor tempat bekerja masih menggunakan windows.

Saya pikir inilah saatnya untuk beralih menggunakan distro linux.

Aplikasi berbayar dan gratis/open source itu original tanpa melupakan fungsionalitas

Saya terkadang berpikir bahwa kenapa saya tidak menggunakan aplikasi gratisan saja, toh kalau hasil akhirnya sama saja.

Terakhir saya membaca buku tentang cara hidup minimalis ala Jepang yang ditulis oleh Fumio Sasaki.

Salah satu hal yang dibahasnya adalah bagaimana kita bisa menikmati hidup, tanpa merasa ketergantungan dengan alat yang dimiliki.

Intinya, bagaimana pekerjaan kita bisa selesai kan!

Jika dihubungkan dengan pekerjaan saya, misalnya ketika melakukan edit foto ternyata saya tidak begitu butuh dengan aplikasi berbayar untuk mengedit foto saya. Toh, hasilnya bisa sama saja.

Saya memang lebih menguasai menggunakan Photoshop daripada program edit foto serupa seperti GIMP, tapi saya rasa tidak masalah selama saya masih belajar. Toh tutorial cara menggunakan GIMP di Photoshop juga sudah banyak.

Dan beberapa bulan terakhir saya juga belajar menggunakan Inkscape, dan hasilnya alhamdulillah saya akhirnya tahu bagaimana cara membuat gambar dengan bentuk vektor.  

Selengkapnya tentang aplikasi alternatif adobe untuk linux

Setup operation system linux yang saya gunakan

Software yang diinstall

  • GIMP
  • Inkscape
  • Darktable
  • Code - OSS (visual studio code)
  • Libre office
  • XNview
  • Steam
  • Virtuabox
  • Genymotion
  • Flutter untuk membuat aplikasi android
  • Spotify
  • MPV
  • Android Studio
  • Clementine 
  • XDM pengganti IDM

Aplikasi monitor sistem

  • Htop
  • Neofetch
  • Font Manager

Extension Gnome tambahan

  • CPU Power Manager
  • Ping Indicator

Cara install extension gnome

Aplikasi-aplikasi yang saya gunakan di atas sejauh ini sudah sangat cukup untuk menyelesaikan pekerjaan saya.

Akhir kata

Migrasi ini saya lakukan pada akhir bulan Oktober 2020. 

Dengan ini saya menganggap juga sebagai jalan untuk keluar dari zona nyaman dengan Windows.

Karena zona nyaman itu bisa membuat kita tidak kreatif.

Bagaimana dengan anda? Apakah sudah menggunakan Linux atau belum? Tertarik untuk pindah dari windows ke linux? Beri tanggapan pada kolom komentar.

DomaiNesia